[Unpad.ac.id, 27/05] Pada saat ujian, peserta dengan mata melirik ke kanan dan kiri lazimnya dicurigai sedang mencontek. Pada hari kedua Gerakan Berantas Kecurangan Akademik (Gebrak)
yang berlangsung di Gedung 5 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Jatinangor (26/5), Amir Tengku Ramly menyarankan mahasiswa untuk lebih banyak melirikan matanya ke arah kiri.
Direktur Pumping Learning Center itu bukan bermaksud mendukung kegiatan mencontek. “Dengan memicingkan mata ke arah kiri, kita mengoptimalisasikan fungsi otak kiri. Dengan begitu, memori yang tersimpan setelah membaca atau menghapal bisa diangkat kembali,” jelas Amir.
Persoalan yang sering muncul, saat seseorang mengalami penurunan daya ingat adalah ia tidak mengoptimalkan fungsi otak. Otak kiri itu berguna dalam penyimpanan memori hafalan dan hal-hal yang bersifat eksak, sementara otak kanan adalah pusat kreatifitas. Penelitan yang dilakukan Gustaf Yung dari Jerman membuktikan bahwa gerakan mata dapat menentukan bagian otak yang bekerja optimal pada saat itu.
Hadirnya Pumping Learning Center, sebuah badan usaha dari Pumping Indonesia yang fokus di
pengembangan SDM dan manajemen, dimaksudkan untuk memberikan solusi belajar efektif tanpa curang. Dengan belajar lebih keras dan efektif, maka potensi untuk plagiat akan semakin kecil. “Buat apa nyontek kalau kita bisa sendiri,” ungkap Yudha salah seorang peserta seminar yang juga menjadi panitia.
Turut hadir sebagai pembicara dalam kesempatan tersebut adalah Prof.Dr.H. Engkus .M.Si. Ia menjelaskan berbagai bentuk kecurangan akademik di dunia pendidikan Indonesia. Selain memberikan pengetahuan tentang solusi belajar efektif hingga tidak perlu melakukan kecurangan, rangkaian seminar dalam rangka gerakan memberantas kecurangan akademik itu tentu saja mengampanyekan betapa buruknya bertindak curang.
Amir yang diwawancarai usai acara menuturkan, “Banyak yang tidak percaya pada karma karena tidak bersifat empiris. Sekarang sudah dibuktikan adanya law attraction. Menurut hukum itu, alam raya ini menyimpan energi yang akan dipancarkan lagi pada manusia. Ini sangat berhubungan dengan tarik-menarik suasana negatif atau positif.”
Orang-orang yang melakukan kecurangan memancarkan energi negatif. Ibarat pepatah “sebaik-baik bangkai disimpan, baunya akan tercium juga”, Direktur Pumping Indonesia ini menemukan orang-orang yang melakukan kecurangan selalu mendapatkan balasan akibat kecurangannya itu. Ini karena energi negatif tidak bisa disembunyikan, terpancar dari orang-orang yang curang. “Energi negatif itu akan membuat kita terjerembab,” Amir menekankan.
Ditanya tanggapannya tentang acara Gebrak Fikom Unpad, Amir menjawab, “Ini hal yang baru di dunia kampus, mahasiswa mendemo dan mengoreksi diri sendiri. Mungkin bisa diikuti oleh pada dosennya di kemudian hari karena ketulusan dan kejujuran juga harus ditunjukan tenaga pengajarnya.”
Sumber:http://www.unpad.ac.id. Laporan oleh: Hera Khaerani (27 mei 2010)















